Jajaran Pejabat Pemkab Wonosobo Ziarahi 7 Makam Pendiri

Jajaran Pejabat Pemkab Wonosobo Ziarahi 7 Makam Pendiri  - Eko Sutrisno Wibowo, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik pimpin ziarah serentak di 7 makam para pendiri Kabupaten Wonosobo. Maksud dari ziarah tersebut adalah mengingatkan kembali semangat kepahlawanan para pendiri, salah satu makam yang di ziarahi adalah  Makam KRT Selomanik, di Desa Selomanik Kecamatan Kaliwiro, Rabu (17/07).

Jajaran Pejabat Pemkab Wonosobo Ziarahi 7 Makam Pendiri

Jajaran Pejabat Pemkab Wonosobo Ziarahi 7 Makam Pendiri 

Wonosobo, satumenitnews.com - Diungkap Eko, KRT Selomanik menyediakan dirinya berjuang Jihad Fi Sabilillah dalam perang suci yang dikobarkan Pangeran Diponegoro melawanVOC, bersama sejumlah tokoh seperti KPH Blitar, Ki Ageng Bangkong Reang, Tumenggung Udan Toko, Ki Ageng Branjang Kawat, Ki Ageng Udan Mimis, dan Ki Ageng Jebret menghimpun rakyat pribumi untuk dididik menjadi prajurit tangguh di lereng Gunung Lawang, Kaliwiro dalam upayanya mengusir VOC yang semakin merajalela dan sewenang-wenang.

Pada setiap operasi militer melawan serdadu VOC, KRT Selomanik juga selalu berkoordinasi dengan KRT Jogonegoro di Selomerto, KRT Wiroduto di Sapuran, KRT Kerto Waseso di Kalibawang, dan KRT Setjonegoro di Ledok. Koordinasi tersebut, seperti dijelaskan dalam kisah Selomanik melawan Penjajah, dilakukan demi menghimpun kekuatan dan strategi jitu. Tak ayal, dengan bergabungnya para senopati Pangeran Diponegoro, konsentrasi para serdadu VOC terpecah-pecah sehingga kesulitan untuk menguasai wilayah Wonosobo. Sejumlah titik, seperti di Sapuran dan Kertek, ditengarai menjadi lokasi perang sengit KRT Selomanik demi menghadang kedatangan serdadu VOC dari arah Purworejo maupun Temanggung.

Perjuangan KRT Selomanik melawan penjajah tidak hanya sebatas di Kabupaten Wonosobo, karena menurut kisah tersebut, ia juga menghimpun kekuatan diwilayah Banjarnegara untuk menutup akses musuh melalui sungai Serayu. Petilasanya pun masih terawat dengan baik dipinggir sungai Serayu Banjarnegara, tepatnya area Taman Wisata Seruling Mas, dan di Desa Karangjoho Purbalingga.

Di balik kegigihannya melawan Penjajahan tersebut, KRT Selomanik juga dikenal sebagai seorang muslim yang taat dan memiliki suara merdu saat membaca Al Quran. KRT Selomanik berjuang mengusir penjajah hingga akhir hayatnya, Beliau dimakamkan di Desa Selomanik, Kecamatan Kaliwira, Kabupaten Wonosobo. Di komplek makam tersebut, juga dikebumikan Ki Ageng Tumenggung Branjang Kawat, Ki Ageng Tumenggung Udan Mimis, Ki Ageng Tumenggung Udan Toko.
“Seperti yang telah dibacakan tadi, Kanjeng Raden Tumenggung Selomanik adalah seorang pejuang  yang gigih menentang VOC di Tanah Jawa,” tutur Eko seusai tabur bunga bersama sejumlah pejabat Pemkab Wonosobo, ia juga menegaskan pentingnya generasi penerus mengenang jasa pahlawan  yang dengan penuh kesetiaan mendampingi Pangeran Diponegoro dalam perlawanannya terhadap VOC. 



Editor: Malindra

Featured post

Terbebani Biaya Pilkada Langsung Pemkab Wonosobo Datangi Komisi II DPR RI

Terbebani Biaya Pilkada Langsung Pemkab Wonosobo Datangi Komisi II DPR RI - Jakarta, Anggota Komisi A DPRD Wonosobo menilai Biaya Pilkada ...

Powered by Blogger.