Pesan Terselubung Sendratari Mapageh Sang Watukulumpang

Pesan Terselubung Sendratari Mapageh Sang Watukulumpang - Sendratari Mapageh Sang Watukulumpang menandai puncak acara Festival Sindoro Sumbing, sedratari yang melibatkan kelompok seni budaya dua kabupaten ini berlangsung meriah di lapangan Desa Kledung Kabupaten Temanggung. Diakhir acara dua pimpinan daerah berikrar untuk menjaga  kelestarian lingkungan lereng Sindoro Sumbing, Sabtu (20/7).

Pesan Terselubung Sendratari Mapageh Sang Watukulumpang

Pesan Terselubung Sendratari Mapageh Sang Watukulumpang

Perjanjian suci Mapageh Sang Watukulumpang untuk menjaga masyarakat dan lingkungan yang digelar unyuk pertamakalinya ini dilakukan oleh masing-masing wakil kepala daerah digelar dan dikemas dalam acara sendratari kolosal kolaborasi dua kabupaten. Gubernur Jawa Tengah yang hadir membuka acara Sendratari dari dua kabupaten tersebut berharap kegiatan ini bisa berlanjut kedepannya.

“Saya berharap setelah kegiatan ini, Kabupaten Temanggung dan Wonosobo bisa terus berkolaborasi dan menampilkan kegiatan seperti ini tanpa menunggu instruksi, kedepan penampilan seni semacam ini dipakai untuk meningkatkan standar pertunjukan seni budaya, sehingga nantinya bisa ditularkan ke Kabupaten yang lain,” harap Ganjar, selain bangga terhadap suguhan pertunjukan seni ia juga berpesan kepada masyarakat untuk melestarikan kembali, merawat dan menjaga alam.

Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung bergantian mempertunjukkan kesenian daerah masing masing seperti Tari Topeng Lengger dari Wonosobo, Jaran Kepang dari Temanggung, dilanjutkan dengan puncak penampilan Sendratari Mapageh Sang Watukulumpang yang menampilkan 70 penari serta 30 pemusik yang berasal dari Wonosobo dan Temanggung.

Kepala Disparbud Wonosobo One Andang Wardoyo usai acara Sendratari merasa lega dan bangga atas antusias masyarakat yang hadir pada acara tersebut. “Kebudayaan punya nilai strategis untuk merubah peradaban terutama untuk mengantisipasi gempuran kebudayaan dan teknologi moderen,” ujarnya. Andang juga berharap pemuda di Desa Reco dan Kledung bisa segera berkolaborasi membangun komitmen agar bisa menggelar festival semacam ini secara mandiri di kemudian hari.



Pewarta: Ariyani
Editor: Malindra

Featured post

Terbebani Biaya Pilkada Langsung Pemkab Wonosobo Datangi Komisi II DPR RI

Terbebani Biaya Pilkada Langsung Pemkab Wonosobo Datangi Komisi II DPR RI - Jakarta, Anggota Komisi A DPRD Wonosobo menilai Biaya Pilkada ...

Powered by Blogger.