Satu Dari Tiga Orang Pasien Positif Covid-19 Merupakan Karyawan RITA

Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 hari ini mengumumkan penambahan 3 pasien positif Covid-19 yang 1 diantaranya adalah karyawan swalayan terbesar yang ada di Kabupaten Wonosobo, Sabtu (23/05).

Satu Dari Tiga Orang Pasien Positif Covid-19 Merupakan Karyawan RITA

Satu Dari Tiga Orang Pasien Positif Covid-19 Merupakan Karyawan RITA

Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten dr Muhamad Riyatno melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya informasi terkait hasil uji laboratorium yang menyatakan 1 dari 3 pasien Covid-19 yang diumumkan oleh gugus tugas adalah karyawan Swalayan terbesar di Wonosobo yang hasil rapid test Senin 18 Mei lalu reaktif.

"Betul, 1 positif Covid-19 merupakan Swalayan Rita," terangnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya Pemkab Wonosobo menggelar rapid diagnostic test (RDT) secara acak pada hari Senin (18/5/2020) dan hasilnya menunjukkan ada 3 karyawan reaktif rapid test. Keputusan tegas untuk menutup toko modern terbesar di Kabupaten Wonosobo itu merupakan langkah tepat mengingat hari ini ditemukan 1 orang karyawan yang positif Covid-19.

Sementara Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo kembali menegaskan saat dihubungi terkait informasi tersebut untuk seluruh toko swalayan dan toko modern untuk melakukan rapid tes mandiri kepada seluruh karyawannya. "Saya minta semua karyawan RITA untuk rapid tes, dan kepada semua pengusaha toko modern untuk melakukan rapid tes mandiri kepada seluruh karyawannya," tandas Andang.

Hingga hari ini di Kabupaten Wonosobo tercatat 67 orang positif Covid-19 dan sembuh 32 orang, sementara angka PDP dan ODP terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor serta memeriksakan kesehatannya. (RED)

Baca Juga: Katalog Digital UMKM Wonosobo


Tidak ada komentar

Featured post

2441 Rapid Test Massal Untuk Wonosobo Sampai Hari Ini

Pemkab Wonosobo sudah melaksanakan Rapid Test Massal terhadap 2441 orang diberbagai titik keramaian sebagai upaya nyata menekan penyebaran ...

Diberdayakan oleh Blogger.