Breaking News

Air Irigasi Waduk Kedungombo Mulai Digelontorkan

satumenitnews.com - Air irigasi dari Waduk Kedungombo untuk daerah irigasi (DI) Klambu Wilalung mulai digelontorkan. Sejak Kamis (8/10) kemarin, tim teknis gabungan terus melakukan pemantauan penggelontoran air irigasi tersebut.

Air Irigasi Waduk Kedungombo Mulai Digelontorkan

Tim gabungan memantau penggelontoran air di DI Klambu Wilalung dari Waduk Kedungombo, Kamis kemarin.

Air Irigasi Waduk Kedungombo Mulai Digelontorkan

KUDUS - Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Arief Budi Siswanto melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan II, Muhtarom menyebutkan, sesuai kesepakatan, debit air irigasi yang digelontorkan sebanyak enam meter kubik per detik.


‘’Pembagian air persekunder dan bangunan masih kami lakukan,’’ ujar Muhtarom, Jumat (9/10).

Disinggung kapan area persawahan DI Klambu Wilalung semua teraliri, menurut Muhtarom, tergantung besaran debitnya. Jika tidak terjadi kendala, dalam 20 hari kedepan semua area persawahan itu akan teraliri semua.

‘’Sejumlah area persawahan, sudah melakukan persiapan pembibitan sekarang,’’ imbuhnya.

Pihaknya menghimbau, petani segera melakukan persiapan pengolahan lahan. Mereka diminta setidaknya Sabtu (10/10) ini, sudah mulai menurunkan alat bajak ke sawah masing-masing.

Muhtarom menegaskan, selama proses pengairan berlangsung, tim gabungan yang terdiri dari perkumpulan petani pemakai air, BPSDA Seluna dan UPT Pengairan Kudus akan terus melakukan pengawalan.

‘’Sampai sekarang kami masih melakukan pemantauan,’’ katanya.

Dia memaparkan, jadwal Musim tanam (MT) I 2020-2021 daerah irigasi (DI) sistem Waduk Kedungombo akan dimulai sejak 15 Oktober mendatang. Sehingga penggelontoran air irigasi DI Klambu Wilalung dilakukan lebih lebih cepat, yakni 8 Oktober dengan mempertimbangkan ketersediaan air dan kondisi di lapangan.

Hal itu merupakan kesepakatan pengelola DI Sidorejo, DI Sedadi, DI Klambu Kiri, DI Klambu Kanan, dan DI Klambu Wilalung. Selain itu, hasil persetujuan antaran Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sistem Kedung Ombo dan institusi pengelola pengairan wilayah Kabupaten Demak, Grobogan, Pati, Kudus dan Jepara.

Dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu, (9/9) lalu, masing-masing pihak juga telah bersedia mengawal dan menghemat air untuk wilayah kerjanya masing-masing. Kesepakatan lain, jika dalam perjalanan MT I 2020-2021 mengalami kekurangan air karena faktor alam, masing pihak juga tidak akan menuntut kepada pemerintah. (red)

Tidak ada komentar

Terbaru

Warga Ponggoyudan Ditemukan Meninggal, Hanyut Di Sungai Semo

WONOSOBO - Warga RT 03, RW 05 Dusun Ponggoyudan, Desa Sindupaten, Kertek ditemukan meninggal dunia, dikabarkan sejak sore hari menghilang us...