Breaking News

Harga Naik, Petani Sayuran Sumringah

satumenitnews.com  Program bela beli produk pertanian yang digagas pemkab, TNI dan Polri beberapa waktu yang lalu sudah membuahkan hasil. Harga sayuran berangsur naik, membuat petani bergairah kembali.

Harga Naik, Petani Sayuran Sumringah

Harga Naik, Petani Sayuran Sumringah

WONOSOBO - Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo melalui Penyuluh Pertanian Kecamatan Garung, Kaswan menuturkan bahwa Kecamatan Garung hampir 92% masyarakatnya berprofesi sebagai petani sayuran yang didominasi seperti kubis (kol), sawi putih, waluh jipang, daun bawang, tomat dan cabai.

Menurut Kaswan ketika petani akan melakukan budidaya, mereka harus bisa melihat kebutuhan pasar yang akan datang. Apa lagi dari segi pemasaran stok produk petani dari tahun ke tahun cenderung stabil, otomatis ketika daya serap rendah dan stok barang melimpah, pasti akan terjadi penurunan harga.

"Harga sayur mulai anjlok sejak bulan Februari - Maret 2020 disebabkan karena daya serap pasar yang sangat rendah akibat adanya virus pandemi Covid-19," ujarnya Jumat (09/10).

Selain itu, lanjut Kaswan,  tempat-tempat wisata dan restoran banyak yang ditutup sehingga daya serap bahan makanan secara umum pasti menurun. hal tersebut menjadi penyebab turunnya harga sayur secara drastis.

Baca juga: Harga Naik, Petani Sayuran Sumringah

Baca juga: Tinggal 25 Persen, Pasar Induk Wonosobo Rampung Desember

Baca juga: Harga Sayur dan Sembako di Pasar Kertek Mulai Stabil


Kaswan mengungkapkan, pasca program bela beli produk pertanian yang digagas pemkab, TNI dan Polri harga sayuran mengalami kenaikan. Menurutnya efek psikologis mempengaruhi harga sayuran, sayuran berangsur diminati dan serapan masyarakat lebih menguat.

"Alhamdulillah sudah ada kenaikan harga yang signifikan karena adanya dampak baik dari pembelian sayuran yang dilakukan oleh beberapa instansi di Wonosobo," ucap Kaswan.

Kenaikan harga tersebut pada sayur kubis (kol) dari harga Rp 500 naik menjadi Rp 650, harga pokcoi yang tadinya Rp 1000 sekarang naik menjadi 1700, harga cabai sebelumnya Rp 6000 naik menjadi Rp 7000 dan waluh dari harga Rp 500 naik menjadi Rp 600. 

Produk pertanian di Kecamatan Garung seperti kol per minggu hampir rata-rata menghasilkan sekitar 270 ton. Rata-rata sayuran dikirim ke Bandungan, Semarang, Jogjakarta dan Ajibarang, sayuran yang tahan lama seperti kentang dan cabai dikirim ke Surabaya, Jakarta, Bandung dan luar Jawa.

"Dari hasil produk petani selain dijual di pasar lokal Wonosobo juga dikirim ke luar kota seperti Bandungan, Semarang, Jogjakarta dan Ajibarang. Untuk sayuran yang tahan lama seperti kentang dan cabai dikirim ke Surabaya, Jakarta, Bandung dan luar Jawa. Harganya pun lebih tinggi dari harga lokal di Wonosobo," imbuh Kaswan. (Budilaw)

Tidak ada komentar

Terbaru

Warga Ponggoyudan Ditemukan Meninggal, Hanyut Di Sungai Semo

WONOSOBO - Warga RT 03, RW 05 Dusun Ponggoyudan, Desa Sindupaten, Kertek ditemukan meninggal dunia, dikabarkan sejak sore hari menghilang us...