Breaking News

Hadapi Lomba Pencak Tradisional, Divisi Jamrud Selogiri Latihan Tiap Hari

WONOSOBO - Menghadapi event perlombaan pencak silat Seni Budaya Tradisional 2020 di Semarang yang diselenggarakan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) yang menggandeng Asosiasi Penguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI), Padepokan Pencak Silat Tradisional Pilang Bango melalui tim divisi Jamrud Selogiri Wonosobo melaksanakan pelatihan guna persiapan untuk meningkatkan pergerakan seni setiap hari di Gedung Wonosobo Creative taman Mandala.

Hadapi Lomba Pencak Tradisional, Divisi Jamrud Selogiri Latihan Tiap Hari

Hadapi Lomba Pencak Tradisional, Divisi Jamrud Selogiri Latihan Tiap Hari

satumenitnews - Pembimbing Pencak Silat tradisional Saefudin Dirgo menerangkan tim kusus divisi Jamrud Selogiri melakukan pelatihan di depan gedung Wonosobo creative Taman Mandala untuk persiapan lomba pencak tradisional yang diselenggarakan (KORMI) Jateng di Semarang pada 21 November 2020.

Ada delapan anak yang akan dikirim ke Semarang. Sebenarnya lomba tersebut ada 5 kategori tapi karena terbatasnya personil dan pemberitahuan mendadak, pihaknya hanya mengirim 1 kategori yaitu kategori campuran.

"Sebenarnya ada 5 kategori lomba pencak tradisi di Semarang, karena personil terbatas dan mendadak pemberitahuan kami hanya mengirim satu kategori yaitu kategori campuran," ujar Dirgo saat ditemui di tempat latihan, Senin (16/11).

Seperti diketaui, Pencak silat sekarang ada di bawah dua komando. IPSI ada di bawah KONI yang merupakan kepengurusan pencak silat prestasi pelajar, seperti POPDA dan lainnya. Sedangkan KORMI adalah asosiasi penguruan pencak silat budaya. 

"Kami berlatih tidak hanya untuk menghadapi lomba saja. Diluar perlombaan, seminggu sekali tetap melakukan latihan pencak tradisi, setiap Sabtu siang di alun-alun Sapuran. Ketika menghadapi event perlombaan kita latihan setiap hari," ungkapnya.

Dirgo berpesan kepada anak-anak tidak terlena akan prestasi pencak matras, karena dari pencak silat itu ada sisi seni dan budaya yang sudah mulai dilupakan oleh anak-anak generasi sekarang.

"Dengan akan diadakanya perlombaan pencak seni budaya di Semarang, kami tidak mengutamakan untuk mendapat juara. Kami berharap, anak-anak bisa menampilkan yang terbaik pada perlombaan tersebut. Selain itu lomba pencak seni budaya akan lebih mengenalkan kepada masyarakat, bahwa olahraga bela diri ini memiliki kreatifitas seni budaya di dalamnya," terang Dirgo.

Sementara itu Alya Afi, salah satu peserta latihan mengatakan, setiap hari melakukan latihan khusus pencak seni budaya di area Taman Mandala dan sudah berjalan 1 minggu. Dalam melakukan latihan yang dibina Pak Dirgo lebih fokus mempertahankan fisik dan mengembangkan seni pencak dengan gerakan khusus seperti tarian tapi memiliki tekanan tenaga.

"Setelah mengikuti perlombaan diharapkan bisa memperlihatkan pencak seni budaya yang terbaik hingga berprestasi, tidak hanya membawa nama baik perguruan akan tetapi bisa membawa nama baik Kabupaten Wonosobo. Selain itu pencak seni ini akan lebih dikenal anak-anak Wonosobo dan bisa ikut berlatih di perguruan ini," pungkas Alya Afi. (Budilaw79/e2)

Tidak ada komentar

Terbaru

Pasarun.com Bantu Mitranya Berjualan Online

WONOSOBO – Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) Wonosobo berkolaborasi dengan startup lokal Pasarun.com menggelar sosialisasi marketi...