Breaking News

Kapolres Bubarkan Aksi Demo Penolakan FPI

WONOSOBO - Demo penolakan FPI, HRS dan separatisme di Kabupaten Wonosobo kembali terjadi. Kali ini aksi demo dilakukan Garda Masyarakat Wonosobo Bersatu dengan perwakilan dari 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo, berlokasi di taman Plaza Wonosobo aksi demo dilakukan dengan protokol kesehatan, Rabu (25/11).

Aksi Demo Penolakan FPI

Kapolres Bubarkan Aksi Demo Penolakan FPI

satumenitnews.com - Kapolres Wonosobo AKBP Fannky Ani Sugiharto S.I.K mengatakan aksi demo hari ini adalah penyampaian aspirasi dari Garda Masyarakat Wonosobo Bersatu soal adanya penurunan banner HRS di wilayah Wonosobo. Ia juga salut kepada peserta demonstran yang telah menyampaikan aspirasinya dengan damai serta mau dibubarkan aksinya setelah kurang lebih satu jam berorasi demi pencegahan kerumunan lebih banyak.

"Aliansi Masyarakat Wonosobo ini sangat mendukung TNI-Polri untuk menegakan dan tetap memegang teguh keutuhan NKRI di Wilayah Wonosobo. Namun untuk antisipasi dan pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo dibantu Kodim 0707 Wonosobo dengan tegas membubarkan massa apapun bentuknya," jelas AKBP Fannky.

Sementara itu Kasatkorcab Banser Wonosobo, Muhammad Kurniyanto mengatakan aksi penolakan yang dilakukan Garda Masyarakat Wonosobo Bersatu bertujuan menyampaikan aspirasi kepada aparat Pemerintah untuk membekukan ijin FPI dan tidak memberikan perpanjangan ijin, serta menuntut membubarkan FPI.

"Garda Masyarakat Wonosobo Bersatu mengawali dari wonosobo untuk bisa menyampaikan aspirasi ini sampai ke pusat dan mendukung langkah-langkah pemerintah. Kami juga mendukung TNI-Polri untuk membubarkan FPI," ujarnya.

Dari informasi yang diberikan Kurniyanto anggota FPI di Wonosobo cukup banyak, mereka mempunyai pergerakan bawah tanah atau gerakan tersembunyi yang sangat meresahkan.

"Kelompok kecil ini kalau dibiarkan nantinya akan beranak pinak dan bisa memberontak negara. Indonesia harus di jaga bersama dari radikalisme demi keutuhan NKRI," ujar Kurniyanto berapi-api.

Saat TNI/Polri membubarkan massa aksi tersebut Kurniyanto beserta massa aksi yang datang mengaku dapat menerima dengan baik, mereka menyadari harus turut serta ikut berperan mencegah penularan wabah Covid-19.

"Kami sangat menerima dengan baik atas pembubaran aksi ini karena untuk antispasi adanya virus pandemi, lagi pula kita telah diberi kesempatan untuk berorasi menyampaikan dukungan kami untuk pemerintah dan TNI Polri. Semoga semua peserta aksi ini tetap selamat dan sehat, terhindar pula dari wabah," kata Kurniyanto usai pembubaran aksi demo. (Budilaw79).















2 komentar:

  1. https://www.youtube.com/watch?v=S0V1uqCjBpw&feature=youtu.be&fbclid=IwAR2Mn0cMRfpIrpPrOYnQ30DYKEUWJ3ZXZc3z2qR7e-fiREg2DaM5E33Hhnw

    BalasHapus

Terbaru

Perbup tentang Penataan PKL di Kudus Segera Terbit

KUDUS - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus tidak lama lagi akan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Kudus, tentang zonasi Pedagang Kaki Lim...