Breaking News

Satu Lagi Kelompok Kotak Kosong Siap Deklarasi

WONOSOBO - Kelompok Relawan yang menamakan dirinya Barisan Pejuang Kotak Kosong (Baju Koko) mendatangi Kantor Bawaslu untuk berkonsultasi, rencananya mereka akan melakukan hal serupa ke KPU dan pihak keamanan yang berwenang di Kabupaten Wonosobo. Dari informasi yang didapat di lokasi, dalam waktu dekat kelompok yang menamakan dirinya Barisan Pejuang Kotak Kosong atau Baju Koko akan menggelar deklarasi, Senin (09/11).

Satu Lagi Kelompok Kotak Kosong Siap Deklarasi

Satu Lagi Kelompok Kotak Kosong Siap Deklarasi 

satumenitnews.com - Ketua Tim Relawan Baju Koko KH. Khoirullah Al Mujtaba usai gelar audiensi dengan Bawaslu Wonosobo mengatakan munculnya Baju Koko karena adanya upaya pengebirian demokrasi, wujud nyata dari upaya tersebut menurutnya adalah munculnya calon tunggal dalam pilkada 2020 di Wonosobo.

“Munculnya calon tunggal itu karena ada pengebirian demokrasi, pilkades saja ada calon pasangan lain, kenapa Pilkada harus calon tunggal,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Itab.

Menurutnya, adanya calon tunggal merusak demokrasi dan harus dilawan. Karena demokrasi dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat dan bukan sebaliknya dari rakyat untuk wakil rakyat dan jadi pejabat. Terkait hal tersebut, Baju Koko akan berjuang untuk menggerakkan rakyat memenangkan kotak kosong, karena kondisi saat ini ada upaya memaksa perampasan hak demokrasi rakyat untuk memilih calon tunggal.

“Calon tunggal akan kita lawan, agar tidak ada pemerintahan absolut, monopoli dan oligarki, itu cenderung korupsi. Kalau kotak kosong menang, Pilkada bisa diulang dan muncul banyak paslon, seperti di Makasar pada pilkada 2018. Baju koko punya tekat kuat, ini murni gerakan rakyat yang berdaulat,” ucapnya.

Tim Baju koko menargetkan kemenangan maksimal hingga 80 persen. Sedangkan dana untuk operasional di peroleh dari gotong royong relawan dan simpatisan, tidak ada sponsor atau orang-orang khusus yang mempunyai kepentingan dengan pilkada ini.

“Insya Allah kotak kosong menang, kita targetkan 80 persen kemenangan. Warga Wonosobo tidak perlu takut, kehadiran kami justru untuk memberikan rasa aman, tidak ada teror dan intimidasi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Wonosobo, Sumali Ibnu Chamid mengemukakan bahwa kehadiran tim relawan Baju Koko ke Kantor Bawaslu untuk menanyakan seputar hak masyarakat.

“Kami jelaskan sesuai dengan konstitusi bahwa ada satu paslon, maka ada kolom kosong, dan itu pilihan masyarakat, itu dihitung sah. Warga negara boleh mensosialisasikan pilihannya. Boleh paslon boleh kolom kosong,” jelas Sumali.

Sumali juga membeberkan berkaitan dengan kebebasan berserikat dan berkumpul ada aturan yang lain. Dimana untuk pengaturan tentang berkumpul bisa ditanyakan langsung ke pihak kepolisian, sama halnya soal rencana mereka akan gelar deklarasi.

“Ada dua kaidah yang perlu diperhatikan dalam rencana mereka untuk deklarasi, selain politik ada kaidah tata sosial umum, apalagi ini ada pandemi, semua serba dibatasi. Itu Wewenang Polri dan Satgas Covid-19,” pungkasnya. (red/E1)

2 komentar:

  1. Pilihlah sesuai hati nurani anda jangan karna uang karna pilihan adalah penentuan

    BalasHapus
  2. Pilihlah sesuai hati nurani anda jangan karna uang karna pilihan adalah penentuan

    BalasHapus

Terbaru

Temukan Barang Penting, Nenek 75 Tahun Didatangi Tiga Orang

WONOSOBO - Seorang nenek berusia 75 tahun yang bekerja di warung bakso Kondang Rejo Banjarnegara disambangi tiga orang warga Wonosobo, sala...