Breaking News

Pembangunan Tanggul Darurat Kali Gelis Kudus Dipercepat

KUDUS - Tanggul jebol di Kali Gelis Jumat (1/1/2021) lalu membuat rumah -rumah warga di Dukuh Goleng Desa Pasuruhan Lor, dan Dukuh Setro dan Karangturi di Desa Setrokalangan, tergenang banjir. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama sejumlah relawan di Kabupaten Kudus, sementara hanya bisa membuat tanggul darurat di titik jebolnya tanggul yang berada di Dukuh Goleng, Kali Gelis.

Pembangunan Tanggul Darurat Kali Gelis Kudus Dipercepat
Pembangunan tanggul darurat Kali Gelis di Dukuh Goleng Desa Pasuruhan Lor oleh BBWS, DPUPR Kudus dan melibatkan warga serta relawan dari berbagai organisasi. 

Pembangunan Tanggul Darurat Kali Gelis Kudus Dipercepat

satumenitnews.com - Direktur Sungai dan Pantai Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bob Arthur Lombogia saat meninjau lokasi tanggul yang jebol di Dukuh Goleng Desa Pasuruhan Lor mengatakan Pembanguna tanggul darurat hanya digunakan sebagai penanganan sementara. Menurutnya kedepan akan dibangun tanggul permannen yang lebih kuat.

"Untuk penganan darurat sekarang seperti itu dulu, sehingga jangan sampai terjadi banjir susulan.  Kita upayakan bisa terselesaikan dengan waktu yang cepat. Agar bisa segera membendung jika ada air limpahan lagi dari Kali Gelis. Dan bila kondisinya sudah memungkinkan nanti akan dibangun tanggul permannen," jelasnya, Senin (4/1/2021).

Disinggung soal kendala, pihaknya mengaku, tanah yang dibuat untuk tanggul darurat di datangkan dari luar.

"Kendalanya memang tanah yang harus didrop dari luar. Ini usahakan secepatnya mungkin selesai. Kedatangan kami juga meninjau penyebab terjadinya tanggul seperti ini," katanya.

Sementara Pengawas Lapangan BBWS Nisa Suci Raharjo mengatakan, pihaknya merancang tanggul darurat dengan pagar bambu yang diperkuat dengan sandbag dan geobag. Jadi bisa menutup sementara tanggul yang sebelumnya jebol.

Nisa menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan tanggul darurat itu bisa rampung dalam satu hari. Sehingga banjir yang menggenangi permukiman dan persawahan bisa segera surut.

"Yang terpenting tanggul yang jebol sudah bisa tertutup dahulu. Target kami hari ini pembuatan tanggul sepanjang 40 meter sudah selesai," ucapnya.

Untuk kendala, pihaknya mengaku, ada di pengadaan tanah urukan serta akses jalan yang cuma memiliki satu akses jalan saja.

"Solusinya kami ambilkan dari bantaran-bantaran sungai yang akses tanahnya agak banyak," paparnya.

Diketahui, untuk proses pembangunan tanggul darurat dilakukan hari Minggu (3/1/2021), dengan melibatkan warga dan relawan dari berbagai organisasi.(yk/e1)

Tidak ada komentar

Terbaru

Selamat Bertugas, Jenderal

OPINI Oleh Idham Cholid WONOSOBO - "Dari kebudayaan bisa saja kita berbeda. Dari agama dan warna kulit bisa saja berbeda. Seharusnya p...