Breaking News

Wakil Ketua DPRD Kudus Harapkan Terobosan Untuk Pulihkan Ekonomi Pascabanjir

KUDUS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kudus, mengharapkan ada tindak lanjut dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kudus untuk mengatasi pemulihan ekonomi masyarakat pasca banjir.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kudus Sulistyo Utomo

Wakil Ketua DPRD Kudus Harapkan Terobosan Untuk Pulihkan Ekonomi Pascabanjir

"Kami sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kudus, berharap ada tindak lanjut dari Pemerintah Daerah untuk mengatasi pemulihan ekonomi pascabanjir," ucap Sulityo Utomo, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kudus. satumenitnews.com

Menurutnya, pascabanjir perekonomian masyarakat banyak yang terhambat, termasuk banyak sekali sawah-sawah yang terendam banjir. Sehingga, banyak petani yang gagal panen dan merugi.

"Karena penting, banyak sekarang sawah yang terendam, sektor ekonomi juga terhambat pascabanjir," kata Sulistyo.

Pihaknya meminta, supaya ada trobosan-trobosan dari Pemda untuk segera memulihkan perekonomian masyarakat yang terdampak banjir.

"Kita harapkan ada trobosan-trobosan dari pemerintah daerah untuk bisa memulihkan ekonomi yang terdampak banjir di Kabupaten Kudus," imbuhnya.

Misalnya, lanjut Sulistyo, kalau petani nantinya bisa diberi subsidi gratis.

"Misalkan, pupuk, atau bibit gratis dari Dinas Pertanian Kabupaten Kudus. Karena saat ini banyak sawah yang terendam, kasihan para petani kalau tidak diberikan stimulan untuk pemulihan ekonomi mereka," tambahnya.

Diketahui, sawah di Kecamatan Jati yang terendam seluas 216 hektare, Kecamatan Mejobo (399 hektare), Kecamatan Kaliwungu (530 hektare), Kecamatan Jekulo (30 hektare) dan Kecamatan Undaan 1.300 hektare. Tinggi genangan di sawah bervariasi dari 14 centimeter hingga 110 centimeter.

Dengan potensi kerugian petani di Kecamatan Jati ditaksir per hektare mencapai Rp 6,5 juta, Kecamatan Kaliwungu (Rp 6 juta-Rp 25 juta), Kecamatan Jekulo (Rp 6,3 juta), Kecamatan Mejobo (Rp 7,4 juta) dan Kecamatan Undaan Rp 5 juta. 

Total luasan lahan yang terendam dan diperkirakan mengalami kerugian 2.610 hektare. Adapun perkiraan kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp 19,2 miliar. (yk/e2)

Tidak ada komentar

Terbaru

Pembinaan SAR Community dan Pelatihan Potensi SAR Digelar di Wonosobo

WONOSOBO -  Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang menggelar pelatihan potensi dan pertolongan di ketinggian bagi potensi SAR dan SAR Commun...